Indonesia Art Award 2008

Indonesia Art Award 2008
Bagaimana mengukur perkembangan seni rupa di Indonesia? Jawabnya tentu bisa dengan berbagai hal. Salah satunya dengan menyelenggarakan kompetisi seni rupa. Dan Indonesia Art Award [IAA] 2008 bisa jadi salah satu cara untuk melihat perkembangan seni rupa mutakhir Indonesia. Hadiah-nya pun sangat lumayan. Anda tertarik?
Yayasan Seni Rupa Indonesia [YSRI] menyiapkan hadiah sebesar 130 juta rupiah untuk 10 karya terbaik dalam kompetisi ini. Dengan perincian, terbaik pertama mendapatkan Rp. 25.000.000,00, terbaik kedua mendapatkan Rp. 20.000.000,00, terbaik ketiga mendapatkan Rp. 15.000.000,00 dan 7 karya terbaik masing-masing mendapatkan uang sebesar Rp. 10.000.000,00. Selain itu 100 karya terbaik akan dipamerkan di Galeri Nasional Jakarta pada tanggal 3 – 14 Juli 2008.
Syaratnya nggak susah. Peserta kompetisi adalah perseorangan dan atau kolaborasi [kelompok], tidak ada batasan usia. Tapi jangan kirim karya yang lama, terhitung dibuat dalam dua tahun terakhir. Ukuran bebas, artinya mau seberat apa pun setinggi atau selebar apa pun, silakan kirim. Namun tiap peserta hanya diijinkan mengirim 3 [tiga] karya.
Jika Anda membuat karya dalam bentuk Lukisan dan Fotografi agar mencetak 2 lembar foto ukuran 10 R. Jika Anda membuat karya Patung, grafis, keramik, instalasi, obyek, kirimkanlah 4 lembar foto ukuran 10 R yang menampilkan 3 sudut pandang : tampak depan, tampak samping, tampak belakang dan tampak atas. Dan bagi Anda yang membuat karya video art kirimkan 1 keping CD/DVD dengan resolusi gambar yang baik.
Setiap peserta wajib melampirkan keterangan karya lengkap, seperti : judul, ukuran, teknik, format, bahan dan hal-hal yang berkaitan dengan karya dalam selembar kertas. Jangan lupa melampirkan biodata [curriculum vitae], alamat surat, email, nomor telepon/HP, fax, email dan fotokopi KTP/SIM atau bukti identitas yang masih berlaku. Pokoknya harus jelas.
Ingat jangan telat karena materi persyaratan [foto, CD/DVD, CV, alamat peserta] sudah diterima selambat-lambatnyanya pada tanggal 20 Mei 2008. Kirim ke alamat: Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), Galeri Nasional Indonesia – Gedung B, Jl. Medan Merdeka Timur No.14, Jakarta Pusat 10110. Telp. 62 22 3861603, Fax. 62 22 3861535.
Tolong diingat pula, Insya Allah, pada tanggal 3 Juli 2008 bersamaan dengan pembukaan pameran di Galeri Nasional Jakarta, panitia akan mengumumkan karya-karya terbaik hasil kompetisi IAA 2008. Hmmm, pasti mendebarkan. Awas ya panitia kalau ada informasi yang bocor terlebih dahulu.
Lalu bagaimana dengan tema?
Jangan terkejut. Panitia penyelenggara mengusung tema ”SENI TANPA BATAS” untuk kompetisi IAA 2008. Namun pengertian ”tanpa batas” di sini bukannya tanpa arah. Kan gak mungkin prilaku menilep uang negara alias korupsi disebut sebagai karya seni. Itu sih, pidana namanya. Jangan lakukan korupsi! Itu bukan seni.
Di dalam rumusan kompetisi, panitia penyelenggara menyebutkan secara tegas bahwa karya yang akan dinilai adalah seni sebagai artefak dan bukannya mentifact. Seni sebagai artefact adalah yang berwujud sehingga dapat dilihat dan dibaca secara langsung. Dapat ditaruh ditaruh di ruang pameran tertutup maupun terbuka.
Sementara seni rupa pertunjukan atau seni sebagai peristiwa yang hanya dapat berlangsung di suatu tempat dan saat tertentu sehingga menjadi seni yang tak dapat diulangi atau digantikan oleh peristiwa lain, tentu tidak dapat dinilai. Contohnya adalah performance art dan atau jeprut. Maka yang dapat dinilai adalah jejak (trace) berupa dokumentasi dari peristiwa tersebut.
Begitu luasnya tema dan peluang karya yang bisa dilombakan lantaran praktek seni rupa saat ini tidak lagi dikotak-kotakkan. Bila,”Pada kompetisi-kompetisi sebelumnya hanya melombakan kategori seni lukis, pada IAA 2008 ini akan dikompetisikan semua kategori seni rupa. Semua kategori itu kini tidak lagi dibeda-bedakan. Semua dirangkum dalam satu kategori: SENI,” kata Miranda S. Goeltom, Ketua Umum Yayasan Seni Rupa Indonesia, di dalam siaran pers.
Miranda juga mengemukakan bahwa tema ini mencuat sebagai suatu respon terhadap perkembangan seni rupa yang cenderung tak lagi terkotak-kotak: seni lukis, patung, grafis, instalasi, vidoa art, atau yang lain. Semuanya memiliki nilai yang sama sebagai karya seni. Dengan tema “Seni Tanpa Batas”, kompetisi ini sekaligus ingin merayakan kebebasan artistik seluas-luasnya.
Dengan kata lain, menurut saya, sebenarnya kompetisi ini benar-benar menantang para seniman untuk kembali menunjukkan kemampuan berkarya. Tapi bukan berarti ini sebuah kewajiban lho, saya hanya ingin memanas-manasi saja. Toh, setidaknya lewat kompetisi ini, kita, barangkali menemukan eksplorasi ”terbaru” dalam berkarya. Bagaimana, berani?

2 responses to “Indonesia Art Award 2008

  1. oh gtu, …..
    gpp kan kamu bisa samapaikan info ini buat, saudara adik, kakak dll.heheheheh
    salam kenal ya..:-).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s